Paiton, [22/03/25] – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan ilmu yang bermanfaat, Al Amiri Pos sukses menggelar webinar bertajuk "WEBINAR FIKIH WANITA: Memahami Darah Haid dan Istihadoh Beserta Implikasi Hukumnya ". Acara yang merupakan estafet dari kegiatan sebelumnya yakni “Kajian kitap Risalatul Mustahadoh”. Acara yang diadakan secara daring ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang ingin memperdalam pemahaman tentang haid dalam perspektif syariat Islam.
Webinar ini menghadirkan narasumber ahli di bidang fikih wanita yakni Ustadz Moh. Zarkasyi yang menjelaskan berbagai aspek terkait haid, mulai dari hukum-hukum ibadah, dampaknya dalam menjalankan puasa dan shalat, hingga mitos serta fakta yang masih berkembang di masyarakat. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung dan berdiskusi mengenai persoalan yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Acara sempat tersendat sedikit dikarenakan Ustadzah Kholilah sebagai moderator harus digantikan sementara oleh salah satu peserta yakni saudara Basroni, dikarenakan jaringan yang kurang stabil “sehingga beliau pun harus pergi ke warnet, baru bisa melanjutkan acara” ujar Faizul mufid selaku ketua media cetak dalam salah satu wawancara kami.
Menurut salah satu peserta, acara ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hukum Islam terkait haid. "acara Webinar yang diadakan oleh Media Cetak Ma'had Aly Nurul Jadid, sangat menambah wawasan kami dalam memahami sesuatu yang di alami wanita, yaitu Haid dan Istihadoh, sehingga menjadikan saya selaku laki-laki untuk lebih memahami wanita.," ujar Khamaruddin, salah seorang peserta.
Dengan adanya webinar ini, Al Amiri Pos berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang membantu umat dalam memahami ajaran Islam dengan lebih baik, khususnya bagi kaum perempuan, seperti ujarannya Faizul Mufid selaku ketua media cetak Ma’had Aly Nurul Jadid “Harapannya semoga dengan adanya kegiatan webinar ini. Kita mahasantri Ma'had Aly bisa menjawab permasalahan permasalah darah wanita. Yang sangat diperlukan oleh masyarakat luas khususnya kaum wanita. Meski tidak sejalan dengan jurusan kita, setidaknya itu menjadi bukti bahwa kita bukan hanya pakar dalam bidang jurusan kita, akan tetapi kita siap menjawab semua permasalahan-permasalah zaman.”
asr/al-amiri pos
0 Komentar