Al- Amiri-
Malam Selasa (14/04/2025) Halal Bi Halal menjadi momen salam salaman keluarga
besar wilayah Al Amiri, mulai dari Pemangku Wilayah, Kepala Wilayah, para
asatidz, hadaman dan para santri. Acara ini berlangsung setelah Jama’ah Isya’
yang ditempatkan di Musholah Al Amiri.
Dalam
pembukaan, Ustadz Andre selaku Master of Ceremoni mempersilahkan kepada
KH. Hilman Zidny Romzi untuk membuka acara, kemudian dilanjutkan dengan Salawat
Qiyam yang di pimpin oleh Grup Hadrah Alamiri Bend. Sambutan-sambutan di
letakkan setelah Shalawat Qiyam yang mana sambutan pertama di sampaikan oleh
KH. Ahmad Barizi Mukhdlor, M.Pd., selaku pemangku Wilayah Al- Amiri, kemudian
dilanjutkan dengan KH. Moh. Hilman Zidny Romzi.
Diawal
penyampaiannya beliau memanjatkan syukur dengan nikmat yang telah diberikan
Allah Ta’ala, Khususnya, nikmat karena telah dipilih menjadi orang yang
bisa beribadah puasa satu bulan penuh, “Kita adalah orang yang dipilih untuk
selamat di dunia dan di akhirat, karena telah melewati ibadah puasa satu bulan
penuh.” jelasnya.
Beliau juga
menjelaskan bagaimana cara bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Ta’ala,
“seperti halnya nikmat iman yang telah diberikan kepada kita, bagaimana
cara bersyukur, yaitu dengan tetap menjaga hal baik yang telah dilakukan selama
di bulan Ramadan, menjaga pandangan terhadap hal yang dilarang, dan menggunakan
badan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.” lanjutnya.
Tidak hanya
Kyai Barizi juga berpesan agar supaya mahasantri tidak menyimpan dendam satu
sama lain kemudian mengajak mahasantri untuk memperbaharui niat kembali. “ Mari
kita perbaiki niat kita dengan niat kembali ke pondok ini untuk mencari ridho
Allah Ta’ala, niat mengaji untuk menghidupkan agama, niat mengaji untuk
menghilangkan kebodohan yang ada di dalam diri kita,” ajaknya.
Beliau juga
memberi perbedaan belajar di pondok pesantren dengan di luar pondok pesantren
dimana beliau menyampaikan bahwa barokah pondok pesantren menjadi pembeda
dengan belajar di luar pondok pesantren, juga sambungan sanad keilmuannya.
Ustadz Andre
(nama panggilannya red) juga mempersilahkan kepada KH. Moh. Hilman Zidny Romzi,
di mana beliau lebih menekankan kepada mahasantri untuk memperbaharui
semangatnya lagi. Semangat belajar dan mengaji, dengan alasan bahwa tidak
selamanya mahasantri akan berada di pondok pesantren dan mondok dipondok
pesantren tidak semua orang bisa merasakannya.
Sebelum
ditutup dengan do’a, ada pengenalan guru tugas yang sekaligus memimpin do’a
yang di pakon (diperintah) langsung oleh Kyai Barizi, kemudian acara ditutup
dengan salam-salaman. (udn)

0 Komentar