Meningkatnya Antusias Mahasantri Putri dalam Mengikuti Diskusi Rutinan (An-Nafisah)

 


Kegiatan belajar mengajar atau kerap kali kita sebut “Takhassus” di Ma’had Aly Nurul Jadid telah berlangsung sejak sekitar satu bulan sebelum perkuliahan Ma’had Aly dimulai. Jika pembukaan awal kegiatan takhassus diumumkan dengan sosialisasi yang bertempat di musholla wilayah Al-amiri, maka selain sosialisasi, pembukaan awal kegiatan perkuliahan Ma’had Aly diadakan lebih resmi berupa ceremonial acara “Iftitah Ad-dirasah” yang digelar pada Senin (05/05/25), bertempat di Auditorium SMA Nurul Jadid, tepatnya sehari sebelum perkuliahan dimulai.

Sebelum seremonial peresmian perkuliahan digelar, Musdir Ma’had Aly Nurul Jadid devisioner, yaitu Ustadz Rausyan Fikri mengadakan sosialisasi terkait perkuliahan Ma’had Aly Nurul Jadid, yang dipaparkan langsung oleh koordinator bagian akademik Ust. Qusyairi Salim. Selain tentang sistem akademika, Ustadz Qusyairi (panggilan akrabnya,red) juga sedikit banyak menyelaraskan antara fokus akademik dengan takhassus harian mahasantri.

Di sisi lain, takhassus merupakan kegiatan wajib harian mahasantri dalam rentang waktu yang kondisional. Akademik adalah kegiatan perkuliahan wajib harian mahasantri yang dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam sistem akademika Ma’had Aly Nurul Jadid, satu kali pertemuan dapat berlangsung selama 90 menit atau bahkan 120 menit per-mata kuliah. Berangkat dari pukul 20.00 WIB hingga 21.30 WIB atau lebih sesuai dosen yang mengampu, sedang kelas perkuliahan bertempat sesuai dengan per-semester mahasantri. (Wrd)

Posting Komentar

0 Komentar