Bela adalah wanita yang mungkin bisa dikatakan sebagai wanita paling bahagia pada hari itu, karena ia sedang melangsungkan acara pernikahan dengan lelaki idamannya. Sudah menjadi kebisaan masyarakat di sekitar, Bela sebagai mempelai wanita ber make up sejak siang menjelang sore (sebelum masuk waktu ashar) mempelai wanita dan pria berfoto di kuade dengan berbagai macam gaya mesra ala suami istri yang pastinya mereka saling bersentuhan sehingga dapat membatalkan wudlu’, sedangkan Bela dalam kondisi bermake up melewati 3 shalat fardlu (ashar, maghrib, isya’).
Pertanyaan:
Bagaimana cara Bela tidak meninggalkan sholat, dan apakah Bela boleh menjama’ sholatnya?
Jawaban:
Bela boleh menjama’ sholatnya sekalipun ia bukan orang yang sedang dalam perjalanan, walaupun dia bukan orang yang khawatir, sedang tidak hujan, dan tidak sakit.
Refrensi:
بُغْيَةُ المُسْتَرْشِدِيْنَ
(فائدة) لنا قول بجواز الجمع في السفر القصير وظاهر الحديث جوازه في حضر كما في شرح مسلم. وحكى الخطابي عن ابي اسحاق جوازه في الحضر للحاجة وان لم يكن خوف ولا مطر ولا مرض. وبه قال ابن المنذر ا.هــــــــــ
Ada suatu pendapat yang membolehkan menjama’ sholat dalam perjalanan yang jarak dekat, dan juga dhohirnya hadis menjelaskan akan bolehnya menjama’ sholat di waktu hadir (tidak bepergian) sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab syarah muslim. Dan Imam Al-Khutabi dari Abi Ishaq menjelaskan kebolehan menjama’ sholat di waktu hadir (tidak bepergian) karena ada hajat, sekalipun dia tidak dalam keadaan takut, tidak hujan dan tidak sakit.
فِيْ شَرْحِ المُسْلِمِ
وذهب جماعة من الأئمة الى جواز الجمع فى الحاضر للحاجة لمن لا يتخذه عادة وهو قول ابن سيرين وأشهب من أصحاب مالك وحكاه الخطابي عن القفال والشاشى الكبير من أصحاب الشافعى عن أبى إسحاق المروزى عن جماعة من أصحاب الحديث واختاره ابن المنذر
Sekelompok imam memperbolehkan menjama’ sholat di waktu hadir (tidak berada di perjalanan) karena ada hajat yang tidak menjadi kebiasaan. Ini pendapat Ibnu Sirin dan Asyhab Malik. Al-khattabi meriwayatkan dari imam Al-Qaffal dan Al-Ashasi Al-Kabir dari para shahabat Al-Syafi’i, dari Abu Ishaq Al-Marwazi dari sekelompok shahabat hadis. Ibnu Al-Mundhir memilihnya.
Rubrik ini diasuh oleh teman-teman dari FK2M (Forum Kajian Kitab Mahasantri) dan An-Nafisah. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar fikih, silakan ajukan di kolom komentar. InsyaAllah, pertanyaan tersebut akan dijawab oleh tim FK2M dan An-Nafisah berdasarkan kajian kitab-kitab mu'tabar yang mereka pelajari.

0 Komentar