Dengan mengusung konsep ramah lingkungan, para pengurus memanfaatkan berbagai bahan bekas seperti kayu, botol plastik, ban bekas, paralon, dan galon air sebagai bahan utama dalam pembuatan dekorasi. Barang-barang tersebut disulap menjadi ornamen hias yang unik dan estetik, sekaligus menjadi langkah konkret dalam pengurangan sampah di lingkungan asrama.
Pembuatan gapura menjadi salah satu fokus utama. Dibangun menggunakan rangka kayu dan dihiasi ornamen daur ulang, gapura ini diharapkan menjadi simbol semangat dan kreativitas para santri dalam menyambut kemerdekaan. Tak hanya itu, sejumlah santri juga membuat lampion dari botol bekas dan mengecat galon-galon kosong agar tampak menarik saat dipasang di sepanjang area asrama.
Menariknya, para santri turut menghadirkan nuansa religius dalam hiasan yang dibuat. Salah satunya dengan membentuk lafaz “Allah” dari paralon yang dibolongi secara teliti. Hal ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat berpadu harmonis dengan nilai-nilai keislaman yang dijunjung tinggi oleh santri Al-Amiri.
Koordinasi dilakukan dengan sistem kerja kelompok. Setiap santri diberi tanggung jawab sesuai dengan bidang masing-masing. Ada yang khusus mengerjakan struktur gapura, ada yang bertugas membuat lampion dan dekorasi gantung, sementara yang lain fokus pada pengecatan dan penataan ulang area halaman. Kegiatan ini dilakukan setiap sore dan malam hari, setelah jadwal kepesantrenan berakhir.
Selain menyambut peringatan 17 Agustus, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Lomba Kristal (Kreasi Seni dan Talenta) antarkamar yang akan digelar dalam waktu dekat. Para santri berharap, karya yang mereka hasilkan dapat menjadi representasi dari semangat nasionalisme, kepedulian terhadap lingkungan, dan solidaritas antaranggota asrama.
Dengan penuh antusias, para santri melibatkan diri dalam setiap tahapan proses. Gotong royong, kekompakan, serta semangat berkarya menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini.

1 Komentar
Al- Amiri makin keren
BalasHapus