Al-Lathifiyah, Kamis (21/08/25) – Masih dalam momentum KRISTAL, kini hadir lomba yang sangat spektakuler untuk kalangan santri Fashion Show. Ajang ini membuat para santri berpikir keras untuk menghasilkan kreasi semaksimal mungkin. Acara dilaksanakan di Aula Al-Lathifiyah tepat pukul 21.00 WIB. Malam itu, Al-Lathifiyah digemparkan oleh penampilan memukau para peserta Queen of Al-Lathifiyah, ditambah suara supporter yang menggema.
Dengan adanya Queen of Al-Lathifiyah, para santri ditantang berpikir keras untuk merancang busana sendiri meski tidak memiliki latar belakang sebagai designer. Namun, hal itu tidak membuat mereka menyerah. Berbagai macam bahan dan karakter dipilih untuk busana. Empat queen (2 perwakilan pra-Ma'had Aly dan 2 perwakilan Ma'had Aly) tampil dengan percaya diri memperagakan sekaligus memperkenalkan busananya.
Tim sukses designer busana sebagian besar menggunakan barang-barang seadanya yang mudah dijangkau santri, seperti koran, plastik, kertas manila, dan sebagainya. Namun hal itu tidak membuat para queen kurang percaya diri. Justru mereka merasa sangat bangga, sebab busana yang mereka kenakan memiliki tema: Koran (mendaur ulang barang bekas), Burung Cendrawasih, serta Bunga Rafflesia Arnoldi. Yang lebih menakjubkan, kostum para queen dibuat dalam jangka waktu kurang dari satu hari.
Yang paling mengesankan terjadi ketika Queen Rafflesia mempresentasikan busananya “Kenapa saya memilih bunga Rafflesia? Ya... karena teman saya yang memilih, wkwkwk. Bunga ini memang cantik dan langka, namun sebagaimana yang kita ketahui, bunga ini memiliki bau yang tidak mengenakkan, yaitu bau bangkai. Artinya apa? Ini mengarah pada kenyataan bahwa memang tidak pernah ada kesempurnaan yang benar-benar sempurna di dunia yang tidak sempurna ini,” jelas gadis itu.
Tidak hanya cantik, tetapi juga harus cerdas. Untuk menjadi Queen of Al-Lathifiyah, para peserta tidak hanya mengikuti fashion show, melainkan juga melewati beberapa challenge: tes ngaji Al-Qur'an, baca kitab Fathul Qorib, pertanyaan umum, serta pertunjukan bakat. Yang membuat para queen semakin dag dig dug adalah kehadiran Ny. Hj. Hayati Gufron sebagai juri utama malam itu.
Pemenang Queen of Al-Lathifiyah akhirnya diraih oleh perwakilan Ma'had Aly dengan tema Rafflesia Arnoldi. Ada juga yang meraih penghargaan Best Costume oleh mahasantri dengan tema Burung Cendrawasih. Sang Queen of Al-Lathifiyah menangis haru, tak menyangka bisa memenangkan lomba malam itu.

0 Komentar