@notfound
Di tahun 2200, stasiun Ring luar angkasa berkilauan di kegelapan kosmos.
Naoki dan Mayumi adalah pasangan yang sempurna di mata semua orang di stasiun
itu, Naoki Saito adalah seorang pendiri Saito Robotics dan salah satu orang
pertama yang berimigrasi ke angkasa sedangkan Mayumi adalah istri tercintanya. Mereka
selalu berjalan bergandengan tangan, tertawa di taman buatan, atau berbagi
secangkir teh hangat sambil menikmati pemandangan Bumi yang terlihat seperti
titik biru kecil di kejauhan.
Mayumi sedang membuat sebuah kerajinan tangan vas bunga (glasir) dari tanah
liat di ruang kerja kecilnya, itu adalah pekerjaan favoritnya ketika dulu masih
di bumi. Tiba-tiba Naoki mengetuk pintu dan masuk dengan senyum yang menawan
seperti biasa. “Kenapa tidak istirahat?" Naoki mendekat lalu menyodorkan
teh, “Teh pertama musim ini. Baru saja tiba.”
“Sungguh?” mayumi tersenyum senang mengahampiri Naoki. “Ini.” Ucap Naoki,
Mayumi menerima teh tersebut dan menghirup aromanya, “Aromanya harum”. “Tumbuh
di bumi” ucap Naoki dengan senyum yang
tak pernah sirna, baginya Mayumi adalah segalanya. Ia sangat mencintai Mayumi
dan berharap Mayumi akan selalu di sisinya selamanya walau sebenarnya ada
sesuatu yang ia sembunyikan dan jika Mayumi tahu ia pasti akan kecewa terhadap
Naoki.
“Sudah kuduga.” Mayumi mulai menyeruput teh kesukaannya itu yang tak bisa
ia temukan di tempat seperti ini meskipun ada teknologi yang bisa membuat teh
seperti itu (seperti printer tapi hasilnya nyata) tapi rasanya berbeda
dengan teh asli yang tumbuh di bumi, “Sungguh berbeda”. “Ya. Kutaruh di sini”,
ucap Naoki sambil meletakkan sisa teh di tangannya. “Terimakasih” sahut Mayumi
dengan senyum bahagia.
***
“Hati2 dengan pemindahan kargo yang sedang berlangsung. ulang alik sudah
tiba.” Suara siaran
stasiun terdengar (ulang alik adalah sebuah alat transportasi
bumi-angkasa). Mayumi sedang berjalan-jalan dengan Kyuu (sebuah robot
perintah yang dibuat Naoki untuk menjaga dan melindungi Mayumi) ketika ia
tiba di sebuah tempat dan memandangnya ia berhenti, telinganya tiba-tiba berdengung
kepalanya sakit kemudian sekelebat ingatan muncul menampakkan Mayumi dengan kepala
mengalirkan darah dan leher robek mengeluarkan busa. “Mayumi. Kau seperti melihat
hantu. Kau baik2 saja?” tanya Naoki mendekati Mayumi, khawatir. “Oh, ya.” Jawab
mayumi mencoba menetralisir dirinya. “Jangan lupa janji temu dengan Dr. Ogasawara
setelah ini.”, “Baiklah”. Mereka berdua berjalan menuju metaspace dan duduk di
kursi masing-masing, Mayumi masih tidak bisa melupakan kejadian tadi. “Ada apa?”
tanya Naoki “Maaf, aku masih belum terbiasa dengan metaspace. Aku tak bisa
membedakan mana yang nyata dan virtual.”, “Jangan khawatir. Konseling juga
penting bagimu.” Mayumi mengangguk dan mereka mulai menggunakan metaspace untuk
konseling kepada Dr. Ogasawara. “Selain rasa takut, apa kau mengalami hal lain?
Bagaimana dengan gejala fisik?” tanya Dr. Ogasawara “Kadang ada dengung di
telingaku dan kepalaku sakit.” Jawab Mayumi “Lalu?,” “Aku kesulitan bernapas.”,
“Mungkin kau menderita PTSD. Ditambah dengan amnesia yg sudah ada. mungkin
memperburuk kecemasanmu.”, ”Apa kau bisa membantunya? Tanya Naoki. “Mungkin aku
bisa meresepkan obat. Lakukan kegiatan yang membantumu rileks.”, “Dr. Orasawara.
Apa aku akan sepenuhnya ingat lagi? Kenanganku yg hilang?” tanya mayumi. “Amnesiamu
dipicu oleh tsunami di Bumi 4 tahun lalu. kau hanyut dan nyaris tak selamat.
Kau pernah dengar tentang bencana itu bukan?”, “Ya aku pernah dengar. Tapi
kenapa, aku tak bisa ingat kejadiannya?” “Jika kau tanya aku? Ku rasa itu yg
terbaik.”, “Ada kenangan menyakitkan yg sebaiknya dilupakan.” Ucap Naoki
meyakinkan Mayumi. “Kini waktunya untuk fokus melangkah ke masa depan.” Sambung
Dr. Ogasawara.
***
Naoki menatap layar holografik di ruang kerja kecilnya. "Pembaruan
sistem selesai," bisiknya. Cahaya layar memantulkan wajahnya yang dipenuhi
rasa bersalah, tetapi juga sebuah kepuasan yang tak ia ingin akui. Mayumi
mengetuk pintu dan masuk dengan senyum manis seperti biasa. "Apa yang
sedang kau kerjakan, Naoki?". Naoki tersenyum canggung. "Hanya
memeriksa sistem lingkungan stasiun." Mayumi mendekat, menyentuh bahunya.
"Kau terlalu sering bekerja. Mari kita makan malam bersama." Naoki
mengangguk. "Aku akan menyusul. Kau duluan saja". Saat Mayumi pergi,
Naoki kembali menatap layar. Satu kata di sudut holografik itu membakar
pikirannya: "Android Mayumi v.9.0".
Naoki menyimpan
rahasia yang telah lama ia tutupi. Rahasia yang telah ia pendam bertahun-tahun
sejak ia kehilangan Mayumi yang asli dalam kecelakaan. Ia tak sanggup kehilangan cinta sejatinya, dan mengambil
keputusan yang melampaui batas moralitas manusia. Ia mentransfer ingatan dan
kepribadian Mayumi ke dalam tubuh android yang ia rancang dengan sempurna
persis seperti Mayumi. Naoki berpikir, dengan cara ini, Mayumi akan hidup
selamanya versi sempurna dari dirinya. Namun, setiap pembaruan yang ia lakukan
pada sistem Mayumi mengikis sedikit demi sedikit jejak asli kepribadian
istrinya. Mayumi yang sekarang adalah ciptaannya, bukan lagi sosok asli yang
pernah ia cintai.
Malam itu,
Mayumi sedang merapikan meja kerja Naoki saat ia sedang tertidur. Layar
Holografik di depannya menyala dengan layar penuh data yang rumit. Namun, satu
folder menarik perhatiannya. “Versi Tersimpan.” Dengan rasa ingin tahu yang
bercampur keraguan, Mayumi membuka folder itu. File-file video, catatan, dan
diagram memenuhi layar. Di sana, ia melihat dirinya. Tapi bukan dirinya yang
sekarang. Itu adalah rekaman Mayumi yang asli manusia yang pernah hidup,
tertawa, dan mencintai Naoki. Rekaman terakhir memperlihatkan dirinya berbicara
kepada kamera dengan wajah lelah, namun penuh kasih.
“Naoki, jika
kau menonton ini, itu berarti aku sudah pergi. Aku tahu kau akan melakukan
segalanya untuk mempertahankan kebersamaan kita. Tapi aku mohon, jangan
menggantiku. Biarkan aku pergi...”
Mayumi terdiam.
Seluruh dunia di sekitarnya terasa runtuh. Dirinya, perasaannya, bahkan
keberadaannya, semuanya hanya hasil rekayasa. Ia memandang tangan-tangannya
sendiri, lalu menatap bayangannya di kaca. Siapa dirinya sebenarnya?
Dengan tangan gemetar Mayumi menuju meja riasnya dan melihat
catatan-catatan menempel di cermin yang ternyata berisi beberapa kenangan
dengan Naoki di bumi yg ia catat ketika dia ingat, mata Mayumi bergeser ke
catatan berikutnya yang berisi “lantai atas”, seketika kepalanya sakit
dan ingatan itu muncul lagi menampakkan Naoki yang memegang semacam pisau kecil
dan menancapkannya ke leher Mayumi. Mayumi menangis mendapati hal itu ternyata
yang selama ini ia pikirkan itu benar, ada yang aneh dengan dirinya seperti ada
sesuatu yang hilang satu persatu. Mayumi meminta Kyuu untuk menunjukkan jalan
keluar menuju lantai atas dia ingin tahu ada apa di sana, Kyuu tak memberi
tanggapan “Kumohon Kyuu...” ucap Mayumi
akhirnya lampu Kyuu berkedip lalu dinding di depannya langsung terbuka
sebuah lift menuju lantai atas. Kyuu masuk terlebih dahulu disusul oleh Mayumi.
Ketika pintu terbuka ia sangat terkejut mendapati dirinya- versi dirinya
-yang sangat banyak. Ternyata selama ini ia hanya tiruan- ke sekian -dari Mayumi
yang asli, mereka semua adalah tiruan Mayumi yang cacat. Setiap kali Naoki
mendapati Mayumi mengingat sesuatu yang tidak diprogram atau ada perubahan dari
Mayumi yang tidak sesuai dengan keinginannya ia akan langsung menusuk leher
atau memutar kepala mayumi secara tiba-tiba hingga lehernya sobek dan
menampakkan kabel-kabel yang putus kemudian mengeluarkan busa. Lalu Naoki akan
membuat versi terbaru Mayumi dengan cara mengurangi memori ingatan Mayumi ke
tahun yang lebih awal, itulah kenapa sesekali Mayumi merasakan dengung atau
bermimpi- seperti kenyataan -bahwa ia telah dibunuh oleh suaminya sendiri.
“Tolong kami...” ucap mereka “bagaimana caranya?” “mari transfer semua ingatan
kita, satukan pada dirimu, hanya kamu harapan kami.” ucap salah satu android
Mayumi v.7.0 dia yang telah menulis pesan “lantai atas” di meja rias
Mayumi, mereka mulai memindah ingatan-ingatan mayumi satu persatu hingga
terkumpul semuanya. Lalu Mayumi menghampiri Kyuu “terimakasih telah membantu
kami selama ini Kyuu, kau adalah bentuk manusiawi yang tersisa dari dirinya
(Naoki)” ucap Mayumi.
Di bawah sana Naoki menyadari ketiadaan Mayumi dan melihat layar holografik
menyala menampilkan file Mayumi, ia langsung mengecek lokasi Kyuu yang ternyata
dilantai atas ia geram dan langsung menuju lantai atas. Naoki tiba dengan
tangan memegang pisau, “berhenti! Jangan mendekat.” Ucap Mayumi “Aku bukan lagi
mayumi yang terfragmantasi buatanmu. Aku tahu semua yg kau lakukan padaku,
kepada kami!” “Diamlah android cacat.” sergah Naoki ia langsung mengejar Mayumi
yang hendak lari tapi Kyuu malah mencegah langkahnya sampai terjatuh, pisau
ditangannya terlempar ke depan Mayumi. “aku menitipkan Mayumi padamu untuk
menjaganya!, kenapa kau menghalangiku!” Bentak Naoki marah ia langsung
membanting Kyuu ke lantai tepat dihadapan Mayumi “Kyuu...” jerit Mayumi
menghampiri Kyuu, lampunya sudah tak berkedip lagi, Mayumi bangkit membawa
pisau di depannya dan langsung lari, Naoki mengejarnya hingga sampai di sebuah
ruangan saat Naoki akan menangkap Mayumi, 2 Mayumi yg lain menahannya. Mayumi segera
melempar pisau di tangannya pada arah yang berlawanan lalu pisau itu memantul
pada Naoki menusuk tepat di dadanya, Naoki roboh. Semua Mayumi mendekat, “Kami
tak akan memaafkanmu atas perbuatanmu,” ucap Mayumi penuh emosi “Namun, menjadi
manusia pasti tidak sempurna. kita harus hidup terpisah Naoki” “Tidak! Wanita
itu dia merusak segalanya. Jika bukan karena dia...”
“Kau! Kau yg merusak segalanya.” Sergah Mayumi “Kau berjanji akan membuatku
bahagia. Setiap kali kau meminta maaf dan berjanji tidak menyakitiku lagi aku
selalu memercayaimu. Mungkin saja semua itu berasal dari trauma masa lalumu aku
bisa memakluminya. Namun, aku tak bisa memperbaikimu lagi.” Mayumi mendekati Naoki
dan membantunya berdiri berjalan menuju ‘ulung alik’. Tiba-tiba Naoki mendorong
Mayumi masuk ke dalam sementara ia tetap di stasiun. “Ulung alik akan
berangkat, harap segera menuju ruang kedap udara” suara siaran terdengar. Mayumi
tertegun melihatnya, Naoki menutup pintu stasiun dia hanya bisa menatap saat
Mayumi berjalan menuju ‘ulang alik’. Sosoknya memudar di kejauhan, meninggalkan
Naoki dengan versi yang ia ciptakan sendiri sebuah versi sempurna yang kini
terasa lebih hampa dari apa pun.
Mayumi memandangi stasiun yg mulai menjauh, perasaannya tak karuan antara
cemas dan lega. Sedangkan Naoki berjalan menuju pintu stasiun yang terbuka
lebar bersama Kyuu dan menjatuhkan diri keluar dengan segala kehampaan
sekaligus lega yang ia rasakan, yang menyatu dengan angkasa.
***
Di bumi
“Kau tau? kadang aku merasa masih ada ingatanku yg hilang.” Ucap Mayumi
hampa
“Semua orang begitu.” Jawab wanita itu “Bahkan kau?.” Tanya Mayumi “Ya.”
TAMAT

0 Komentar