Dua Paslon Bersaing Rebut Kursi Presiden

 


Mah’ad Aly, Dewan Mahasantri (Dema) Ma’had Aly Nurul Jadid menggelar pemilihan umum calon presiden dan wakil presiden Dema yang berlangsung pada 22–23 Mei 2025. Pemilu ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat demokrasi di kalangan mahasantri serta sebagai bagian dari proses estafet kepemimpinan dari pengurus sebelumnya.

Tahun ini, terdapat dua pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam kontestasi politik internal tersebut. Paslon pertama adalah Fajar Diansa Potaboga dan Miftahul Ulum, sedangkan paslon kedua ialah Nakibul Mujahidin dan Naufal Abhirama. Berbeda dari tahun sebelumnya yang memperbolehkan kebebasan dalam pembentukan partai, pemilu kali ini menggunakan sistem penyeragaman partai oleh panitia.

Rangkaian kegiatan pemilu dimulai dari penyebaran poster kandidat, debat publik, pencoblosan, penghitungan suara, hingga pelantikan pengurus baru yang dijadwalkan pada 29 Mei 2025. Poster kandidat disebarkan tiga hari sebelum debat publik sebagai upaya memperkenalkan visi dan misi masing-masing paslon kepada mahasantri.

Debat publik yang menjadi sorotan utama digelar di halaman asrama dan dibuka oleh ketua panitia, Nuzfil Aqili Al-Muniri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tujuan adanya debat ini adalah untuk memberikan wawasan kepada para mahasantri agar dapat menentukan pilihan secara bijak. “Pilihan Anda akan menentukan nasib Dema ke depannya,” ujarnya.

Debat berlangsung meriah dengan sorak sorai dari para pendukung kedua paslon. Acara dimulai dengan pemaparan visi-misi masing-masing paslon, dilanjutkan dengan orasi dari partai pengusung. Pertanyaan-pertanyaan kritis pun dilontarkan, salah satunya dari Ketua Dema sebelumnya, Deni Al Farizi, yang menanyakan bagaimana para calon akan menyikapi anggota tim yang bersikap labil. Paslon nomor satu menekankan pentingnya seleksi yang ketat saat rekrutmen, sementara paslon nomor dua lebih memilih pendekatan pembinaan dan pendampingan sebelum mengambil tindakan.

Debat ditutup dengan penyampaian jargon masing-masing paslon dan doa oleh Ustaz Zulfikar.

Keesokan harinya, proses pencoblosan dilaksanakan di halaman asrama setelah kegiatan bersih-bersih. Seluruh mahasantri, termasuk musyrif dan haddam, turut ambil bagian dalam pemungutan suara. Suasana semakin ramai menjelang penghitungan suara yang digelar usai salat Jumat.

Momen penghitungan berlangsung tegang dan penuh antusiasme. Perolehan suara kedua paslon saling kejar-kejaran hingga akhirnya diumumkan bahwa salah satu paslon unggul dengan skor 69 berbanding 39. Siapakah presiden Dema terpilih tahun ini? Nantikan kabar selanjutnya dalam pelantikan resminya!

Posting Komentar

0 Komentar