Di Desa Karanganyar, Paiton, Probolinggo, terdapat tempat makan yang sering disebut Warung Seblak Prasmanan Teteh Asilah. Tempatnya tidak jauh dari kampus Universitas Nurul Jadid.
Teteh Asilah memberi nama bisnisnya Warung Seblak Prasmanan Teteh Asilah sejak tahun 2023 hingga saat ini, dengan modal awal usaha sebesar dua juta rupiah. Teteh Asilah yang berasal dari Bandung ini sebenarnya memulai bisnis pertamanya di Jember dengan lokasi yang cukup strategis.
Seblak Teteh Asilah menarik banyak perhatian dari kalangan mahasiswa karena memiliki cita rasa khas dan penyajian unik berupa prasmanan, yang berbeda dari warung seblak lainnya. Penghasilan yang didapatkan setiap harinya berkisar antara satu koma dua juta rupiah dan paling sedikit lima ratus ribu rupiah.
Meski tempat yang kini ditempati Teteh Asilah untuk berbisnis masih tergolong kontrakan, namun dengan lokasi yang strategis ini, penghasilan atau omzet per harinya menjadi semakin memadai. Di warung ini juga tersedia beragam menu makanan, bukan hanya seblak, tetapi juga mie dan berbagai minuman.
Dalam waktu yang cukup singkat, Teteh Asilah merasakan hasil kerjanya selama dua tahun terakhir membuahkan hasil. Usahanya semakin digemari oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar, juga para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid. Faktor yang membuat warung ini laris bukan hanya karena rasanya yang enak, tetapi juga karena pelayanannya yang ramah. Selain memesan langsung di tempat, warung Teteh Asilah juga memfasilitasi pengantaran pesanan secara online.
Banyak tantangan yang dilalui Teteh Asilah dalam berbisnis di warung ini, namun hal itu tidak memadamkan sedikit pun semangatnya. Berawal dari warung yang hampir saja ditutup pada masa awal merintis bisnis karena sepinya pelanggan, hingga kini menjadi seblak paling digemari di kalangan santri, mahasiswa, dan masyarakat.
Penulis : Maulida dan Fadila Octavia
Hasil wawancara pada tanggal 20 Oktober 2025.

0 Komentar