![]() |
| Gambar : Para Masyaikh Nurul Jadid di acara Ruhul Khidmah |
Nurul Jadid- Malam Jum'at (20/11/25) Untuk media silaturahim pengurus bersama dewan pengasuh biro kepesantrenan kembali mengadakan Ruhul Khidmah di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid, untuk seluruh pengusus pesantren. Kegiatan kali ini adalah pengajian yang ketiga kalinya, dimana di isi dengan mengkaji Qashidah Tawassul Karangan Alm. KH Zaini Abdul Mun'im.
Dalam pengajian ini di ampu langsung oleh putra beliau, yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid yang ke 4 sekarang. Ketika mengawali pengajian beliau berdo'a semoga pengajian yang akan berlangsung bersama ridho dan maunah Allah Ta'ala, kemudia disambung dengan Sholawat, Tawassul kepada pengarang dengan harapan semoga mendapa manfaat dari kitab yang akan di kaji.
Untuk awal pengajian Kiai Zuhri (panggilan akrabnya red) lebih fukus pada pemaknaan kitab dengan penjelasannya. Alhamdulilah pengajian kali ini sampai hatam.
Ketoka hatam, beliau sampaikan juga isi dari kitab Qoshidah Tawassul kiai Zaini ini meliputi do'a mohon kejayaan dan keselamatan untuk umat Islam, do'anya bukan hanya untuk diri dan keluarga, juga untuk seluruh orang islam, seperti halnya mohon di selamatkan dari bencana, kesesatan, dan bid'ah.
Isi dari kitab ini adalah menghimpun cita-cita pendiri pondok Pesantren Nurul Jadid. Bagi santri Nururl Jadid yang ingin mengetahui cita-cita beliau maka sudah sepatutnya membaca, mekaji, dan mengamalkan isi Qosidah Tawassul Kiai Zaini.
Salah satu tujuang dikarangnya Qosidah ini sebagai bentuk bimbingan kepada santri Nurul Jadid, agar berdo'a semoga diberi taufiq oleh Allah untuk mampu berbuat ke tho'atan dan mampu berjihad dalam agama.
Ada pesan yang beliau sampaikan kepada para pengurus yang hadir, bahwa dalam perjuangan, tidak cukup berjuang sendiri-sendiri, harus ada kebersamaan sebagaimana yang tercantum dalam panca kesadaran santri kesadaran berorganisasi.
Pesan Kiai Zuhri Zaini, disamping membaca Qashidah Tawassul Karangan Muassis Pondok Pesantren Nurul Jadid, harapannya juga di renungi maknanya, bahkan beliau menganjurkan adanya pengkajian akan isi yang terkandung di dalamnya. “disamping di baca di renungi juga, sebagai bentuk cita-cita umat Islam, bangsa dan negara. Di dalam kandungannya makna istigasah tercakup di dalamnya, untuk mengetahui maknanya ini perlu di kaji.” Terang lelaki berpakaian serba putih itu.
Disamping itu beliau juga menjelaskan, betapa pentingnya sanad, dimana beliau memaparkan bahwa Sanad adalah bagian dari agama, merupakan ciri khas dari agama Islamkenapa harus ada sanad, karena dalam sanad ini kita akan mengetahui rangkaian penyampai berita dan ajaran kepada orang berikutnya dan sampai kepada kita bersambung kepada Rasulullah Saw.
Beliau sempat juga membacakan ijazah Qashidah Tawassul Kiai Zaini kepada santri yang ikut acara, dengan secara rinci yang di sertai harapan beliau kepada santri sebagai penerima ijazah. Diantara harapan dan pesan beliau;
1.Taqwa kepada Allah dalam keadaan rahasia dan tampak
2.Memperioritaskan ad- Dirhoyah (paham dengan kandungan isi yang ada dalam kitab yang telah di ijazahkan) dari pada ar- Riwayah.
3.Hendaklah bersungguh-sungguh, dengan kecerdasan dan kemauan kuat untuk menyebarkan ilmu Allah Ta'ala.
4.Ikut andil dalam mengarahkan pemudah-pemudah muslim kepada sesuatu yang berguna bagimereka baik di dunia lebih-lebih di akhirat.
“Semua pesan ini demi kejayaan agama Islam dan majunya kaum muslimindan standart agama.” jelasnya
Dalam acara ini ustadz Alif (panggilan akrabnya red) menghaturkan penyampaian Motivasi dari Lora Madarik dan Lora Hilman, selaku Kepala Biro Kepesantrenan dan Wakil Kepala Biro Kepesantrenan.
Motivasi pertama di sampaikan lora Madarik. Awal penyampaian beliau berharapan setelah kitab ini hatam bisa di tadabburi dan dihayat kembali. Beliau juga menyampaikan ulang poin-poin dalam pengajian ini, pertama yang beliau sampaikan adalah tentang dholim, dengan dua perumpamaan; dholim adalah dia yang menyuruh tapi dirinya tidak mengerjakan, kedua melanggar hak orang lain, kemudia konsekuen dari berbuat dholim adalah akan mendapat riwet dan panismen.
Beliau sempat juga menyinggung kembali tentang berjuang harus bersama-sama. “Pemahaman dari berjuang bersama-sama ini bukan berarti mengumpulkan masa, tapi kita ikut aktif di dalam sebuah perkumpulan tersebut, dengan tetap menerapkan nilai-nilai agama. Salah satu latihannya adalah ikut andil menjadi kepengurusan di Pesantren, organisasi lembaga, dan kamar.” Paparnya
Motivasi kedua disampaikan Lora Hilman. Dalam sambutannya, beliau juga menyinggung tentang dholim, dimana beliau membagi menjadi dua macam; pertama dholim kepada diri sendiri dan kedua dholim kepada orang lain, “jangan dholim kepada orang lain karena didholimi tidak enak”
Sempat juga di singgung salah satu tujuan dari acara Ruhul Hidmah adalah menjadi ajang untuk menyadarkan diri lebih semangat dalam berjuang. (udn)

0 Komentar