Santri LPPD Jatim Gelar Temu Akbar Bertaraf Internasional

Gambar : Mahasantri yang mengikuti acara Temu Akbar

    Surabaya – Jum'at (21/11/2025).  Ribuan alumni penerima beasiswa santri LPPD Provinsi Jawa Timur dari berbagai jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor, berkumpul di Islamic Centre Surabaya, Acara bertajuk “Silaturahim Akbar Santri dan Alumni PTKI, Ma'ahad Aly, dan Al-Azhar Kairo” ini menjadi ruang temu penuh kehangatan untuk mempererat jejaring santri intelektual Jawa Timur.    

    Suasana berlangsung meriah sejak awal, ditandai dengan lantunan shalawat dan penampilan dari Elkiswah Gambus. Para alumni tampak antusias bertemu kembali setelah bertahun-tahun menempuh studi di berbagai daerah bahkan di luar negeri.

    Dalam laporannya, Ketua LPPD Jatim Prof. Abdul Halim Subahar menyampaikan bahwa sejak tahun 2019, program beasiswa santri telah menjangkau 6.876 mahasiswa, dan 4.168 di antaranya sudah menyelesaikan studi. Termasuk di dalamnya 38 doktor yang lulus dengan predikat cumlaude.

    “Sedikit saja diberi kesempatan, para santri mampu menunjukkan prestasi terbaiknya. Ini membanggakan bagi Jawa Timur,” ujar Prof. Halim.

    Silaturahim ini juga menjadi momen penting dengan hadirnya Prof. Madya Dr. Anas bin Muhammad Yunus dari University Sultan Zainal Abidin (UNIZA) Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, UNIZA menandatangani Letter of Intent dengan beberapa kampus keagamaan di Jawa Timur.

    Prof. Anas mengaku kagum dengan ekosistem pesantren di Jawa Timur.“Santri di sini bisa sampai S3. Malaysia belum punya model seperti ini. Ini luar biasa,” tuturnya. Ia juga membuka peluang besar bagi santri Jawa Timur untuk melanjutkan studi di UNIZA melalui skema perkuliahan hibrida yang fleksibel.

    Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui sambutan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Imam Hidayat, menegaskan bahwa pesantren akan terus menjadi prioritas pembangunan SDM. “Pesantren adalah pilar yang menyiapkan generasi berilmu dan berakhlak. Pemerintah hadir mendukung itu,” ujarnya. Data LPPD menunjukkan bahwa lebih dari 81% alumni kembali mengabdi ke pesantren, sebuah angka yang dinilai sangat positif untuk masa depan pendidikan Islam di Jawa Timur.

    Acara kemudian diisi dengan testimoni dari para alumni S1–S3, termasuk yang baru kembali dari Al-Azhar Kairo. Mereka menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim dan komitmen untuk terus berkhidmah di pesantren masing-masing.

    Ma'had Aly Nurul Jadid menjadi salah satu lembaga yang turut mengirimkan delegasi. Tercatat sembilan orang perwakilan hadir dalam acara tersebut, yakni Ustadz Zulfikar, Ustadz Rifki, Ustadz Fathur Rosi, Ustadz Sairofi, Ustadz Izzul Faqih, Ustadz Basroni, Ustadz Sahrullah, Ustadz Supandi, dan Ustadz Thabroni. Silaturahim Akbar akhirnya ditutup dengan doa oleh KH. Mutta' Mukhtar dari Ponpes An-Nuqoyah Guluk-Guluk Sumenep.(fzl)

Posting Komentar

0 Komentar