Deskripsi :
Tidak asing bagi kita ketika menemukan rumput dipinggir jalan yang tidak ada pemiliknya. Karena pada dasarnya rumput tersebut tumbuh tanpa adanya unsur kesengajaan menanam dari orang lain, tapi disisi lain rumput-rumput tersebut bisa saja di manfaatkan oleh para pengembala sebagai pakan bagi ternak-ternak mereka.
Pertanyaan:
Bolehkah si pengembala tersebut mengambil rumput-rumput itu dan menjadikan rumput itu sebagai miliknya?
Jawab:
Boleh, karena rumput tersebut dihukumi sebagai harta mubahah dan pada asalnya rumput itu suatu hal yang bersifat mubah.
Referensi :
-الأشياء المباحة: هى التى لا مالك لها أصلاً وتكون ملكًا لمن يضع يده عليها ويحتازها, كالماء فهو مباح أصلاً, ولكنه يصبح مملوكًا لمن يحتازه ويضع يده عليه, وكاللآلئ فى قاع البحر, وكالطيور والحيوانات البرية, وكالأسماك, فهذه كلها مباحة أصلاً, إذ لا مالك لها ولكنها تصبح مملوكة لمن يحتازها.
والاستيلاء على الأشياء المباحة لا يعتبر فى الشريعة سرقة لأنها مال لا مالك له ولأن شروط الأخذ خفية لا تتوفر فيها, فهى لا تؤخذ من حرز ولا تخرج من حيازة شخص إلى حيازة الجانى.(التشريع الجناٸ)
Rubrik ini diasuh oleh teman-teman dari FK2M (Forum Kajian Kitab Mahasantri) dan An-Nafisah. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar fikih, silakan ajukan di kolom komentar. InsyaAllah, pertanyaan tersebut akan dijawab oleh tim FK2M dan An-Nafisah berdasarkan kajian kitab-kitab mu'tabar yang mereka pelajari.

0 Komentar